Archive for August, 2009

BEDA SUKA-SAYANG DAN CINTA

Monday, August 31st, 2009

*Saat kau MENYUKAI seseorang, kau
ingin memilikinya untuk keegoisanmu sendiri.
*Saat kau MENYAYANGI seseorang, kau ingin
sekali membuatnya bahagia dan bukan untuk
dirimu sendiri.
*Saat kau MENCINTAI seseorang, kau akan
melakukan apapun untuk kebahagiaannya
walaupun kau harus mengorbankan jiwamu.

*Saat kau menyukai seseorang dan berada
disisinya maka kau akan bertanya,”Bolehkah
aku menciummu?”
*Saat kau menyayangi seseorang dan berada
disisinya maka kau akan bertanya,”Bolehkah
aku memelukmu?”
*Saat kau mencintai seseorang dan berada
disisinya maka kau akan menggenggam erat
tangannya…

*SUKA adalah saat ia menangis, kau akan
berkata “Sudahlah, jgn menangis.”
*SAYANG adalah saat ia menangis dan kau
akan menangis bersamanya.
CINTA adalah saat ia menangis dan kau akan
membiarkannya menangis dipundakmu sambil
berkata, “Mari kita selesaikan masalah ini
bersama-sama. “

*SUKA adalah saat kau melihatnya kau akan
berkata,”Ia sangat cantik dan menawan.”
*SAYANG adalah saat kau melihatnya kau akan
melihatnya dari hatimu dan bukan matamu.
*CINTA adalah saat kau melihatnya kau akan
berkata,”Buatku dia adalah anugerah terindah
yang pernah Tuhan berikan padaku..”

*Pada saat orang yang kau SUKA menyakitimu,
maka kau akan marah dan tak mau lagi bicara padanya.
*Pada saat orang yang kau SAYANG menyakitimu,
engkau akan menangis untuknya.
*Pada saat orang yang kau CINTAI menyakitimu,
kau akan berkata,”Tak apa dia hanya tak tau
apa yang dia lakukan.”

*Pada saat kau suka padanya, kau akan
MEMAKSANYA untuk menyukaimu.
*Pada saat kau sayang padanya, kau akan
MEMBIARKANNYA MEMILIH.
*Pada saat kau cinta padanya, kau akan
selalu MENANTINYA dengan setia dan tulus…

*SUKA adalah kau akan menemaninya bila itu
menguntungkan.
*SAYANG adalah kau akan menemaninya di
saat dia membutuhkan.
*CINTA adalah kau akan menemaninya di saat
bagaimana keadaanmu.

*SUKA adalah hal yang menuntut.
*SAYANG adalah hal memberi dan menerima.
*CINTA adalah hal yang memberi dengan rela.

http://artikelziziheart.wordpress.com

Saturday, August 29th, 2009

4 TIPE KEPRIBADIAN

1. K H O L E R I S

EMOSI

KEKUATAN
Berbakat pemimpin
Dinamis dan aktif
Sangat memerlukan perubahan
Harus mengoreksi kesalahan
Berkemauan keras dan pasti
Tidak emosional
Tidak mudah patah semangat
Bebas dan mandiri
Mengesampingkan keyakinan
Bisa menjalankan apa saja
Tidak menyukai air mata dan emosi

KELEMAHAN
Suka memerintah
Tidak sabar
Cepat marah
Tidak bisa santai
Terlalu bergairah
Menyukai kontroversi dan pertengkaran
Tidak mau menyerah kalau kalah
Kaku
Tidak mau memuji
Tidak simpatik
Terlalu kuat

PEKERJAAN

KEKUATAN
Berorientasi tujuan
Melihat seluruh gambaran
Serba teratur
Mencari pemecahan praktis
Bergerak cepat untuk bertindak
Mendelegasikan pekerjaan
Wawasan tentang produksi
Membuat tujuan
Merangsang kegiatan

KELEMAHAN
Sedikit toleransi terhadap kesalahan
Tidak menganalisis perincian
Bosan oleh hal sepele
Tergesa-gesa membuat keputusan
Bisa kasar atau tidak taktis
Memanipulasi orang lain
Menuntut orang lain
Tujuan menghalalkan cara
Kerja bisa menjadi tuhannya

PERTEMANAN

KEKUATAN
Tidak begitu memerlukan teman
Mau bekerja untuk kegiatan kelompok
Mau memimpin dan mengorganisasi
Biasanya benar
Unggul dalam keadaan darurat
Bisa melakukan segalanya lebih baik

KELEMAHAN
Cenderung memperalat orang lain
Mendominasi orang lain
Memutuskan untuk orang lain
Ingin menguasai kawan dan pasangan
Tidak bisa minta maaf
Mungkin benar, tetapi tidak populer

2. M E L A N K O L I S

EMOSI

KEKUATAN
Mendalam dan penuh pikiran
Analitis
Serius dan bertujuan
Berbakat dan kreatif
Artistik dan musikal
Berfilsafat dan puitis
Menghargai keindahan
Sensitif kepada orang lain
Mau mengorbankan diri
Bijaksana
Idealistis

KELEMAHAN
Mengingat yang negatif
Murung dan tertekan
Menikmati sakit hati
Punya kerendahan hati palsu
Berada di dunia lain
Citra diri rendah
Mendengarkan secara selektif
Mementingkan diri sendiri
Terlalu introspektif
Merasa bersalah
Menderita kompleks teraniaya

PEKERJAAN

KEKUATAN
Berorientasi jadwal
Perfeksionis, standar tinggi
Sadar perincian
Tekun dan tuntas
Serba tertib dan teratur
Serba rapi untuk merencanakan
Hemat
Melihat masalah
Menemukan pemecahan kreatif
Perlu menyelesaikan apa yang dimulai

KELEMAHAN
Tidak berorientasi manusia
Tertekan karena ketidaksempurnaan
Memilih pekerjaan sulit
Ragu-ragu memulai proyek
Melewatkan banyak waktu
Memilih analisis diatas kerja
Merendahkan diri sendiri
Sulit disenangkan
Standar sering terlalu tinggi
Sangat memerlukan persetujuan

PERTEMANAN

KEKUATAN
Berteman dengan hati-hati
Puas ada di belakang layar
Menghindari perhatian
Setia dan mengabdi
Mau mendengarkan keluhan
Bisa memecahkan masalah orang lain
Sangat memperhatikan orang lain
Mudah terharu dan kasihan
Mencari teman hidup ideal
Skeptis terhadap pujian

KELEMAHAN
Hidup melalui orang lain
Tidak aman secara sosial
Menarik diri dan menjauh
Suka mengkritik orang lain
Menahan kasih sayang
Tidak menyukai yang menentang
Mencurigai orang lain
Antagonistis dan pendendam
Tidak mudah memaafkan
Penuh kontradiksi

3. P H L E G M A T I S

EMOSI

KEKUATAN
Kepribadian profil rendah
Mudah bergaul dan santai
Tenang dan teguh
Sabar, seimbang
Hidup konsisten
Tidak banyak cakap tetapi bijaksana
Simpatik dan baik hati
Menyembunyikan emosi
Senang menyesuaikan diri dengan kehidupan
Penuh tujuan

KELEMAHAN
Tidak antusias
Takut dan khawatir
Tidak pasti
Menghindari tanggung jawab
Mementingkan diri sendiri
Terlalu pemalu dan pendiam
Terlalu suka kompromi
Merasa benar sendiri

PEKERJAAN

KEKUATAN
Cakap dan mantap
Damai dan menyenangkan
Punya kemampuan administrasi
Menengahi masalah
Menghindari pertikaian
Baik di bawah tekanan
Menemukan cara yang mudah

KELEMAHAN
Tidak berorientasi tujuan
Kurang motivasi diri
Sulit bergerak
Tidak senang didesak-desak
Malas dan tidak peduli
Membuat orang lain merosot semangatnya
Lebih suka menonton

PERTEMANAN

KEKUATAN
Mudah diajak rukun
Menyenangkan
Tidak suka menyinggung perasaan
Pendengar yang baik
Rasa humor yang tajam
Suka mengawasi orang lain
Punya banyak teman
Berbelas kasihan dan peduli

KELEMAHAN
Menghilangkan antusiasme
Tidak mau terlibat
Tidak menyenangkan
Tidak mempedulikan rencana
Menilai orang lain
Sarkatis dan mengejek
Menolak perubahan

4. S A N G U I N I S

EMOSI

KEKUATAN
Kepribadian menyenangkan
Suka bicara dan bercerita
Menghidupkan suasana pesta
Selera humor yang baik
Ingatan akan warna
Secara fisik memegang pendengar
Emosional dan demonstratif
Antusias dan ekspresif
Ceria dan selalu gembira
Penuh rasa ingin tahu
Baik di panggung
Bermata lebar dan polos
Hidup di masa sekarang
Sikapnya mudah berubah
Berhati tulus
Tetap menjadi anak-anak

KELEMAHAN
Suka bicara
Membesar-besarkan
Menyukai perincian
Tidak bisa mengingat nama
Membuat orang lain takut
Sebagian terlalu bahagia
Energi yang tidak mau diam
Egoistis
Suka mengeluh
Kekanak-kanakan
Suara dan tertawa keras
Dikendalikan keadaan
Mudah marah
Tampak palsu bagi beberapa orang
Tidak pernah dewasa

PEKERJAAN

KEKUATAN
Mengajukan diri secara sukarela untuk bekerja
Memikirkan kegiatan baru
Tampak hebat di permukaan
Kreatif dan penuh warna
Punya energi dan semangat
Mulai dengan cara yang hebat
Mengilhami orang lain untuk bergabung
Mempesona orang lain untuk bekerja

KELEMAHAN
Lebih suka bicara
Melupakan kewajiban
Tidak mengikuti sampai tuntas
Keyakinan cepat luntur
Tidak disiplin
Prioritas kacau
Memutuskan dengan perasaan
Mudah teralihkan perhatiannya

PERTEMANAN

KEKUATAN
Mudah berteman
Menyukai orang lain
Terdorong oleh pujian
Tampak menggembirakan
Dicemburui orang lain
Tidak menyimpan dendam
Cepat minta maaf
Mencegah saat membosankan
Menyukai kegiatan spontan
Mengulangi cerita

KELEMAHAN
Benci sendirian
Perlu menjadi pusat perhatian
Ingin popoler
Mencari penghargaan
Mendominasi percakapan
Menyela dan tidak mendengarkan
Menjawab untuk orang lain
Tidak tetap dan pelupa
Membuat dalih

http://www.doktertomi.com

KORELASI LINGKUNGAN TERHADAP KEPRIBADIAN

Saturday, August 29th, 2009

• Bila anak hidup di dalam suasana penuh dengan kritik,
Dia belajar untuk menyalahkan orang.

• Bila anak hidup di dalam suasana penuh kekerasan,
Dia belajar untuk berkelahi.

• Bila anak hidup di dalam suasana penuh olok-olok,
Dia belajar untuk menjadi seorang yang pemalu.

• Bila anak hidup di dalam suasana yang memalukan,
Dia belajar untuk selalu merasa bersalah.

• Bila anak hidup di dalam suasana yang penuh dengan toleransi,
Dia belajar untuk menjadi seorang penyabar.

• Bila anak hidup di dalam suasana yang penuh dengan dukungan,
Dia belajar untuk menjadi seorang yang percaya diri.

• Bila anak hidup di dalam suasana penuh pujian & penghargaan,
Dia belajar untuk menghargai oranglain.

• Bila anak hidup di dalam suasana kejujuran,
Dia belajar mengenai keadilan.

• Bila anak hidup di dalam suasana yang aman,
Dia belajar untuk mempercayai orang lain.

• Bila anak hidup di dalam suasana yang memuaskan jiwanya,
Dia belajar untuk menyenangi dirinya.

• Bila anak hidup di dalam suasana yang penuh dengan penerimaan & persahabatan,
Dia belajar untuk mendapatkan kasih sayang di dalam dunia ini.

PERBEDAAN IQ DAN EQ

Saturday, August 29th, 2009

Inteligensi (IQ)

Menurut David Wechsler, inteligensi adalah kemampuan untuk bertindak secara terarah, berpikir secara rasional, dan menghadapi lingkungannya secara efektif. secara garis besar dapat disimpulkan bahwa inteligensi adalah suatu kemampuan mental yang melibatkan proses berpikir secara rasional. Oleh karena itu, inteligensi tidak dapat diamati secara langsung, melainkan harus disimpulkan dari berbagai tindakan nyata yang merupakan manifestasi dari proses berpikir rasional itu.

Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi inteligensi adalah :

Faktor bawaan atau keturunan

Penelitian membuktikan bahwa korelasi nilai tes IQ dari satu keluarga sekitar 0,50. Sedangkan di antara 2 anak kembar, korelasi nilai tes IQnya sangat tinggi, sekitar 0,90. Bukti lainnya adalah pada anak yang diadopsi. IQ mereka berkorelasi sekitar 0,40 – 0,50 dengan ayah dan ibu yang sebenarnya, dan hanya 0,10 – 0,20 dengan ayah dan ibu angkatnya. Selanjutnya bukti pada anak kembar yang dibesarkan secara terpisah, IQ mereka tetap berkorelasi sangat tinggi, walaupun mungkin mereka tidak pernah saling kenal.

Faktor lingkungan

Walaupun ada ciri-ciri yang pada dasarnya sudah dibawa sejak lahir, ternyata lingkungan sanggup menimbulkan perubahan-perubahan yang berarti. Inteligensi tentunya tidak bisa terlepas dari otak. Perkembangan otak sangat dipengaruhi oleh gizi yang dikonsumsi. Selain gizi, rangsangan-rangsangan yang bersifat kognitif emosional dari lingkungan juga memegang peranan yang amat penting.

Inteligensi dan IQ

Orang seringkali menyamakan arti inteligensi dengan IQ, padahal kedua istilah ini mempunyai perbedaan arti yang sangat mendasar. Arti inteligensi sudah dijelaskan di depan, sedangkan IQ atau tingkatan dari Intelligence Quotient, adalah skor yang diperoleh dari sebuah alat tes kecerdasan. Dengan demikian, IQ hanya memberikan sedikit indikasi mengenai taraf kecerdasan seseorang dan tidak menggambarkan kecerdasan seseorang secara keseluruhan.

Skor IQ mula-mula diperhitungkan dengan membandingkan umur mental (Mental Age) dengan umur kronologik (Chronological Age). Bila kemampuan individu dalam memecahkan persoalan-persoalan yang disajikan dalam tes kecerdasan (umur mental) tersebut sama dengan kemampuan yang seharusnya ada pada individu seumur dia pada saat itu (umur kronologis), maka akan diperoleh skor 1. Skor ini kemudian dikalikan 100 dan dipakai sebagai dasar perhitungan IQ. Tetapi kemudian timbul masalah karena setelah otak mencapai kemasakan, tidak terjadi perkembangan lagi, bahkan pada titik tertentu akan terjadi penurunan kemampuan.

Pengukuran Inteligensi

Pada tahun 1904, Alfred Binet dan Theodor Simon, 2 orang psikolog asal Perancis merancang suatu alat evaluasi yang dapat dipakai untuk mengidentifikasi siswa-siswa yang memerlukan kelas-kelas khusus (anak-anak yang kurang pandai). Alat tes itu dinamakan Tes Binet-Simon. Tes ini kemudian direvisi pada tahun 1911.

Tahun 1916, Lewis Terman, seorang psikolog dari Amerika mengadakan banyak perbaikan dari tes Binet-Simon. Sumbangan utamanya adalah menetapkan indeks numerik yang menyatakan kecerdasan sebagai rasio (perbandingan) antara mental age dan chronological age. Hasil perbaikan ini disebut Tes Stanford_Binet. Indeks seperti ini sebetulnya telah diperkenalkan oleh seorang psikolog Jerman yang bernama William Stern, yang kemudian dikenal dengan Intelligence Quotient atau IQ. Tes Stanford-Binet ini banyak digunakan untuk mengukur kecerdasan anak-anak sampai usia 13 tahun.

Salah satu reaksi atas tes Binet-Simon atau tes Stanford-Binet adalah bahwa tes itu terlalu umum. Seorang tokoh dalam bidang ini, Charles Sperrman mengemukakan bahwa inteligensi tidak hanya terdiri dari satu faktor yang umum saja (general factor), tetapi juga terdiri dari faktor-faktor yang lebih spesifik. Teori ini disebut Teori Faktor (Factor Theory of Intelligence). Alat tes yang dikembangkan menurut teori faktor ini adalah WAIS (Wechsler Adult Intelligence Scale) untuk orang dewasa, dan WISC (Wechsler Intelligence Scale for Children) untuk anak-anak.

Di samping alat-alat tes di atas, banyak dikembangkan alat tes dengan tujuan yang lebih spesifik, sesuai dengan tujuan dan kultur di mana alat tes tersebut dibuat.

Inteligensi dan Bakat

Inteligensi merupakan suatu konsep mengenai kemampuan umum individu dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Dalam kemampuan yang umum ini, terdapat kemampuan-kemampuan yang amat spesifik. Kemampuan-kemampuan yang spesifik ini memberikan pada individu suatu kondisi yang memungkinkan tercapainya pengetahuan, kecakapan, atau ketrampilan tertentu setelah melalui suatu latihan. Inilah yang disebut Bakat atau Aptitude. Karena suatu tes inteligensi tidak dirancang untuk menyingkap kemampuan-kemampuan khusus ini, maka bakat tidak dapat segera diketahui lewat tes inteligensi.

Alat yang digunakan untuk menyingkap kemampuan khusus ini disebut tes bakat atau aptitude test. Tes bakat yang dirancang untuk mengungkap prestasi belajar pada bidang tertentu dinamakan Scholastic Aptitude Test dan yang dipakai di bidang pekerjaan adalah Vocational Aptitude Test dan Interest Inventory. Contoh dari Scholastic Aptitude Test adalah tes Potensi Akademik (TPA) dan Graduate Record Examination (GRE). Sedangkan contoh dari Vocational Aptitude Test atau Interest Inventory adalah Differential Aptitude Test (DAT) dan Kuder Occupational Interest Survey.

Inteligensi dan Kreativitas

Kreativitas merupakan salah satu ciri dari perilaku yang inteligen karena kreativitas juga merupakan manifestasi dari suatu proses kognitif. Meskipun demikian, hubungan antara kreativitas dan inteligensi tidak selalu menunjukkan bukti-bukti yang memuaskan. Walau ada anggapan bahwa kreativitas mempunyai hubungan yang bersifat kurva linear dengan inteligensi, tapi bukti-bukti yang diperoleh dari berbagai penelitian tidak mendukung hal itu. Skor IQ yang rendah memang diikuti oleh tingkat kreativitas yang rendah pula. Namun semakin tinggi skor IQ, tidak selalu diikuti tingkat kreativitas yang tinggi pula. Sampai pada skor IQ tertentu, masih terdapat korelasi yang cukup berarti. Tetapi lebih tinggi lagi, ternyata tidak ditemukan adanya hubungan antara IQ dengan tingkat kreativitas.

Para ahli telah berusaha mencari tahu mengapa ini terjadi. J. P. Guilford menjelaskan bahwa kreativitas adalah suatu proses berpikir yang bersifat divergen, yaitu kemampuan untuk memberikan berbagai alternatif jawaban berdasarkan informasi yang diberikan. Sebaliknya, tes inteligensi hanya dirancang untuk mengukur proses berpikir yang bersifat konvergen, yaitu kemampuan untuk memberikan satu jawaban atau kesimpulan yang logis berdasarkan informasi yang diberikan. Ini merupakan akibat dari pola pendidikan tradisional yang memang kurang memperhatikan pengembangan proses berpikir divergen walau kemampuan ini terbukti sangat berperan dalam berbagai kemajuan yang dicapai oleh ilmu pengetahuan.

Kecerdasan Emosional (EQ)

Selama ini banyak orang menganggap bahwa jika seseorang memiliki tingkat kecerdasan intelektual (IQ) yang tinggi, maka orang tersebut memiliki peluang untuk meraih kesuksesan yang lebih besar di banding orang lain. Pada kenyataannya, ada banyak kasus di mana seseorang yang memiliki tingkat kecerdasan intelektual yang tinggi tersisih dari orang lain yang tingkat kecerdasan intelektualnya lebih rendah. Ternyata IQ (Intelligence Quotient) yang tinggi tidak menjamin seseorang akan meraih kesuksesan.

Daniel Goleman, seorang profesor dari Universitas Harvard menjelaskan bahwa ada ukuran/patokan lain yang menentukan tingkat kesuksesan seseorang. Dalam bukunya yang terkenal, Emotional Intelligence, membuktikan bahwa tingkat emosional manusia lebih mampu memperlihatkan kesuksesan seseorang.

Intelligence Quotient (IQ) tidak dapat berkembang. Jika seseorang terlahir dengan kondisi IQ sedang, maka IQ-nya tidak pernah bisa bertambah maupun berkurang. Artinya, jika seseorang terlahir dengan kecerdasan intelektual (IQ) yang cukup, percuma saja dia mencoba dengan segala cara untuk mendapatkan IQ yang superior (jenius), begitu pula sebaliknya. Tetapi, Emotional Quotient(EQ) dapat dikembangkan seumur hidup dengan belajar.

Kecerdasan Emosional (EQ) tumbuh seiring pertumbuhan seseorang sejak lahir hingga meninggal dunia. Pertumbuhan EQ dipengaruhi oleh lingkungan, keluarga, dan contoh-contoh yang didapat seseorang sejak lahir dari orang tuanya. Kecerdasan Emosi menyangkut banyak aspek penting, yang agaknya semakin sulit didapatkan pada manusia modern, yaitu:

* empati (memahami orang lain secara mendalam)

* mengungkapkan dan memahami perasaan

* mengendalikan amarah

* kemandirian

* kemampuan menyesuaikan diri

* disukai

* kemampuan memecahkan masalah antar pribadi ketekunan

* kesetiakawanan

* keramahan

* sikap hormat

Orang tua adalah seseorang yang pertama kali harus mengajarkan kecerdasan emosi kepada anaknya dengan memberikan teladan dan contoh yang baik. Agar anak memiliki kecerdasan emosi yang tinggi, orang tua harus mengajar anaknya untuk :

* membina hubungan persahabatan yang hangat dan harmonis

* bekerja dalam kelompok secara harmonis

* berbicara dan mendengarkan secara efektif

* mencapai prestasi yang lebih tinggi sesuai aturan yang ada (sportif)

* mengatasi masalah dengan teman yang nakal

* berempati pada sesama

* memecahkan masalah

* mengatasi konflik

* membangkitkan rasa humor

* memotivasi diri bila menghadapi saat-saat yang sulit

* menghadapi situasi yang sulit dengan percaya diri

* menjalin keakraban

Jika seseorang memiliki IQ yang tinggi, ditambah dengan EQ yang tinggi pula, orang tersebut akan lebih mampu menguasai keadaan, dan merebut setiap peluang yang ada tanpa membuat masalah yang baru.

* Dari berbagai sumber di internet

KEUTAMAAN SHALAT TARAWIH

Saturday, August 29th, 2009

Keutamaan Shalat Tarawih dari sebuah hadis: Dari Ali bin Abi Thalib dia berkata : Nabi SAW ditanya tentang keutamaan shalat Tarawih di bulan Ramadhan. Kemudian beliau bersabda :

~ Orang mukmin keluar pada malam pertama, seperti saat dia dilahirkan oleh ibunya.
~ Dan pada malam kedua ia diampuni, dan juga kedua orang tuanya jika keduanya mukmin.
~ Dan pada malam ketiga seorang malaikat berseru dibawah ‘Arsy : “Mulailah beramal, semoga ALLAH mengampuni dosamu yang telah lewat.
~ Pada malam keempat ia memperoleh pahala seperti ia membaca Taurat,Injil,Zabur dan Al Quran.
~ Pada malam kelima ALLAH Ta’ala memberikan pahala seperti pahala orang yang shalat di Masjidil Haram,Masjid Madinah dan Masjidil Aqsha.
~ Pada malam keenam ALLAH Ta’ala memberikan pahala seperti orang yang berthawaf di Baitul Makmur dan dimohonkan ampun oleh setiap batu dan cadas.
~ Pada malam ketujuh, seolah olah ia mendapat derajat Nabi Musa a.s. Dan kemenagannya atas Fir’aun dan Haman.
~ Pada malam kedelapan ALLAH memberinya apa yang pernah DIA beri kepada Nabi Ibrahim a.s.
~ Pada malam kesembilan, seolah olah dia beribadah kepada ALLAH sebagaimana iabadahnya Nabi SAW.
~ Pada malam kesepuluh, ALLAH Ta’ala memberikan kepadanya kebaikan di Dunia dan Akhirat.
~ Pada malam kesebelas dia keluar dari dunia seperti saat ia dilahirkan oleh Ibunya.
~ Pada malam kedua belas, Ia datang pada hari kiamat sedang wajahnya bagaikan bulan di malam purnama.
~ Pada malam ketiga belas, ia datang pada hari kiamat dalam keadaan terhindar dari segala keburukan.
~ Pada malam keempat belas, para malaikat datang seraya memberikan kesaksian terhadapnya, bahwa ia telah melakukan shalat tarawih, maka ALLAH tidak menghisabnya pada hari kiamat.
~ Pada malam kelima belas, ia didoakan oleh para malaikat dan para penanggung (Pemikul) ‘Arsy dan Kursi.
~ Pada malam keenam belas, ALLAH merapkan baginya kebebasan untuk selamat dari neraka dan kebebasan masuk ke dalam Syurga.
~ Pada malam ketujuh belas, ia diberi pahala seperti pahala para Nabi.
~ Pada malam kedelapan belas, seorang Malaikat berseru : “Hai hamba ALLAH, sesungguhnya ALLAH ridha kepadamu dan kepada ibu bapakmu.
~ Pada malam kesembilan belas, ALLAH mengangkat derajat derajat nya ke dalam Syurga Firdaus.
~ Pada malam kedua puluh, ALLAH memberi pahala para Syuhada (orang yang mati Syahid) dan Shalihin (orang yang shaleh)
~ Pada malam kedua puluh satu, ALLAH membangunkan untuknya sebuah gedung dari cahaya.
~ Pada malam ke dua puluh dua,ia datang pada hari kiamat dalam keadaan aman dari setiap kesedihan dan kesusahan.
~ Pada malam kedua puluh tiga, ALLAH membangunkan untuknya sebuah kota di dalam Syurga.
~ Pada malam kedua puluh empat, dia memperoleh dua puluh empat do’a yang dikabulkan.
~ Pada malam kedua puluh lima, ALLAH Ta’a menghapuskan dirinya dari azab kubur.
~ Pada malam kedua puluh enam, ALLAH mengangkat pahalanya selama empat puluh tahun.
~ Pada malam kedua puluh tujuh, dia dapat melewati shirat pada hari kiamat, bagaikan kilat yang menyambar.
~ Pada malam kedua puluh delapan, ALLAH mengangkat baginya seribu derajat dalam Syurga,
~ Pada malam kedua puluh sembilan, ALLAH memberinya pahala seribu haji yang diterima.
~ Pada malam ke tiga puluh, ALLAH berfirman: “Hai hamba-KU, makanlah buah buahan Syurga, mandilah dari Air Salsabil dan minumlah dari Telaga Kautsar. Akulah Tuhan mu dan engkaulah Hamba-KU.”

^_^

KIAT MENGHADAPI UJIAN NASIONAL

Tuesday, August 25th, 2009

Persiapan untuk menghadapi ujian adalah hal yang paling penting untuk menentukan kesiapan dalam mengerjakan semua soal yang ada.
Berikut ini ada 10 tips untuk membantu siswa yang masih duduk di bangku sekolah dalam mengerjakan ujian:

1. Datanglah dengan persiapan yang matang dan lebih awal.
Bawalah semua alat tulis yang kamu butuhkan, seperti pensil, pulpen, kalkulator, kamus, jam (tangan), penghapus, tip ex, penggaris, dan lain-lainnya. Perlengkapan ini akan membantumu untuk tetap konsentrasi selama mengerjakan ujian.

2. Tenang dan percaya diri.
Ingatkan dirimu bahwa kamu sudah siap sedia dan akan mengerjakan ujian dengan baik.

3. Bersantailah tapi waspada.
Pilihlah kursi atau tempat yang nyaman untuk mengerjakan ujian. Pastikan kamu mendapatkan tempat yang cukup untuk mengerjakannya. Pertahankan posisi duduk tegak.

4. Preview soal-soal ujianmu dulu (bila ujian memiliki waktu tidak terbatas)
Luangkan 10% dari keseluruhan waktu ujian untuk membaca soal-soal ujian secara mendalam, tandai kata-kata kunci dan putuskan berapa waktu yang diperlukan untuk menjawab masing-masing soal. Rencanakan untuk mengerjakan soal yang mudah dulu, baru soal yang tersulit. Ketika kamu membaca soal-soal, catat juga ide-ide yang muncul yang akan digunakan sebagai jawaban.

5. Jawab soal-soal ujian secara strategis.
Mulai dengan menjawab pertanyaan mudah yang kamu ketahui, kemudian dengan soal-soal yang memiliki nilai tertinggi. Pertanyaan terakhir yang seharusnya kamu kerjakan adalah:
- soal paling sulit
- yang membutuhkan waktu lama untuk menulis jawabannya
- memiliki nilai terkecil

6. Ketika mengerjakan soal-soal pilihan ganda, ketahuilah jawaban yang harus dipilih/ditebak.
Mula-mula, abaikan jawaban yang kamu tahu salah. Tebaklah selalu suatu pilihan jawaban ketika tidak ada hukuman pengurangan nilai, atau ketika tidak ada pilihan jawaban yang dapat kamu abaikan. Jangan menebak suatu pilihan jawaban ketika kamu tidak mengetahui secara pasti dan ketika hukuman pengurangan nilai digunakan. Karena pilihan pertama akan jawabanmu biasanya benar, jangan menggantinya kecuali bila kamu yakin akan koreksi yang kamu lakukan.

7. Ketika mengerjakan soal ujian esai, pikirkan dulu jawabannya sebelum menulis.
Buat kerangka jawaban singkat untuk esai dengan mencatat dulu beberapa ide yang ingin kamu tulis. Kemudian nomori ide-ide tersebut untuk mengurutkan mana yang hendak kamu diskusikan dulu.

8. Ketika mengerjakan soal ujian esai, jawab langsung poin utamanya.
Tulis kalimat pokokmu pada kalimat pertama. Gunakan paragraf pertama sebagai overview esaimu. Gunakan paragraf-paragraf selanjutnya untuk mendiskusikan poin-poin utama secara mendetil. Dukung poinmu dengan informasi spesifik, contoh, atau kutipan dari bacaan atau catatanmu.

9. Sisihkan 10% waktumu untuk memeriksa ulang jawabanmu.
Periksa jawabanmu; hindari keinginan untuk segera meninggalkan kelas segera setelah kamu menjawab semua soal-soal ujian. Periksa lagi bahwa kamu telah menyelesaikan semua pertanyaan. Baca ulang jawabanmu untuk memeriksa ejaan, struktur bahasa dan tanda baca. Untuk jawaban matematika, periksa bila ada kecerobohan (misalnya salah meletakkan desimal). Bandingkan jawaban matematikamu yang sebenarnya dengan penghitungan ringkas.

10. Analisis hasil ujianmu.
Setiap ujian dapat membantumu dalam mempersiapkan diri untuk ujian selanjutnya. Putuskan strategi mana yang sesuai denganmu. Tentukan strategi mana yang tidak berhasil dan ubahlah. Gunakan kertas ujian sebelumnya ketika belajar untuk ujian akhir.

Perlu diingat, belajarlah jauh-jauh hari sebelum hari ujian tiba. Usahakan jangan menggunakan sistem kebut semalam. Justru pada hari-hari mendekati ujian, badan dan pikiran harus rileks, makanlah makanan yang bergizi.

KIAT MEMILIH JURUSAN KULIAH DI PERGURUAN TINGGI YANG TEPAT

Tuesday, August 25th, 2009

Pada umumnya siswa yang telah lulus dari SMA, SMEA, SMK dan jenjang sederajat lainnya akan melanjutkan studi ke Perguruan Tinggi baik Perguruan Tinggi Negeri / PTN maupun Perguruan Tinggi Swasta / PTS. Pada perguruan tinggi terdapat penjurusan mahasiswa berdasarkan subyek mata kuliah yang diambil. Setiap jurusan memiliki materi dan sifat pembelajaran yang berbeda-beda. Jurusan yang memiliki sifat yang serupa akan digabung dalam suatu fakultas, akademi, sekolah tinggi, dan lain sebagainya.

Memilih jurusan kuliah bukan urusan yang mudah dan bukan persoalan yang sepele. Banyak faktor yang harus diperhitungkan dan dipikirkan masak-masak. Memilih secara tergesa-gesa tanpa memperhitungkan segala aspek akan berakibat fatal mulai dari kesadaran yang terlambat bahwa jurusan yang diambil tidak sesuai dengan kepribadian sampai pada drop out / DO atau dikeluarkannya seorang mahasiswa / mahasiswi karena dinyatakan tidak mampu mengikuti pendidikan yang diikutinya. Maka dari itu pemilihan jurusan sedini mungkin harus mulai dipertimbangkan. Salah pilih jurusan merupakan bencana dan kerugian yang besar bagi Anda di masa depan.

Cara memilih jurusan di Perguruan Tinggi yang baik:

1. Menyesuaikan Cita-Cita, Minat dan Bakat

Bagi yang telah memiliki cita-cita tertentu, maka lihatlah jurusan apa yang dapat membawa menuju profesi atau pekerjaan yang diinginkan tersebut. Janganlah memilih jurusan teknik geodesi jika Anda ingin menjadi seorang dokter ahli kandungan dan jangan pula memilih jurusan sastra jawa jika bercita-cita menjadi polisi.

Sesuaikan jurusan yang ingin diambil dengan minat dan bakat. Jika tidak menyukai hitung-hitungan janganlah mengambil jurusan matematika dan jika tidak menyukai menggambar jangan mengambil jurusan teknik sipil. Kemudian lihat bakat anda saat ini. Mengembangkan bakat yang sudah ada disertai dengan rasa suka dan cita-cita pada suatu jurusan studi akan menjadi pilihan yang tepat.

2. Informasi yang Sempurna

Carilah informasi yang banyak sebagai bahan pertimbangan anda untuk memilih jurusan. Cari dan gali informasi dari banyak sumber seperti orang tua, saudara, guru, teman, bimbel, tetangga, konsultan pendidikan, kakak kelas, teman mahasiswa, profesional, dan lain sebagainya. Jangan mudah terpengaruh dengan orang lain yang kurang menguasai informasi atau ikut-ikutan teman / trend.

Internet juga merupakan media yang tepat dan bebas untuk bertanya kepada orang-orang di dalamnya tentang apa yang ingin kita ketahui. Cari situs forum atau chating melalui messenger dengan orang yang dapat dipercaya. Semua informasi yang didapat dirangkum dan dijadikan bahan untuk membantu memilih jurusan.

3. Lokasi dan Biaya

Bagi orang yang hidup dalam ekonomi atas, memilih jurusan tidak akan menjadi masalah. Biaya yang nantinya harus ditanggung dapat diselesaikan dengan mudah baik dari pengeluaran studi, biaya hidup, lokasi tempat tinggal, dan lain sebagainya. Bagi masyarakat golongan menengah ke bawah, lokasi dan biaya merupakan masalah yang sangat diperhitungkan.

Jika dana yang ada terbatas maka pilihlah lokasi kuliah yang dekat dengan tempat tinggal atau lokasi luar kota yang memiliki biaya hidup yang rendah. Pilih juga tempat kuliah yang biaya pendidikan tidak terlalu tinggi. Jika dana yang ada nanti belum mencukupi, maka carilah beasiswa, keringanan, pekerjaan paruh waktu / freelance atau sponsor untuk mencukupi kebutuhan dana anda. Jangan jadikan pula uang sebagai faktor yang sangat menghambat masa depan Anda.

4. Daya Tampung Jurusan / Peluang Diterima

Perhatikan daya tampung suatu jurusan di PTN dan PTS favorit. Pada umumnya memiliki kuantitas yang terbatas dan diperebutkan oleh banyak orang. Jangan membebani diri anda dengan target untuk berkuliah di tempat tertentu dengan jurusan tertentu yang favorit. Anda bisa stres jika kehendak anda tidak terpenuhi. Buat banyak pilihan tempat kuliah beserta jurusannya.

Ukur kemampuan untuk melihat sejauh mana peluang menempati suatu jurusan di tempat favorit. Adanya seleksi massal yang murni seperti UMPTN, SPMB, Sipenmaru dan lain sebagainya dapat menjegal masa depan studi Anda jika tidak persiapkan dan diperhitungkan matang-matang. Pelajari soal-soal seleksi dan ikuti ujian try out sebagai percobaan Anda dalam mengukur kemampuan yang anda miliki.

Namun jangan terlalu minder dengan hasil yang didapat. Jika pada SPMB ada 2 jurusan yang dapat dipilih, pilih satu jurusan dan tempat yang Anda cita-citakan dan satu jurusan lain atau lokasi lain yang sesuai atau sedikit di bawah kemampuan Anda.

5. Masa Depan Karir dan Pekerjaan

Lihatlah ke depan setelah Anda lulus nanti. Apakah jurusan yang Anda ambil nanti dapat mengantar Anda untuk mendapatkan pekerjaan dan karir yang baik? Banyak jurusan-jurusan yang saat ini lulusannya menganggur tidak bekerja. Tidak hanya orang dari jurusan tertentu saja yang dapat bekerja pada suatu profesi, karena saat ini rekrutmen perusahaan dalam mencari tenaga kerja tidak melihat seseorang dari latar belakang pendidikan saja, namun juga pengalaman. Tetapi jika kompetensi, keberanian dan kemampuan anda jauh dari orang-orang normal, maka jurusan apapun yang Anda ambil sah-sah saja.

Biarkanlah hati dan akal sehat Anda bicara tanpa adanya campur tangan dari orang lain. Konsultasikan dengan orang tua dan orang lain yang anda percayai. Pemilihan jurusan kuliah sangat menentukan masa depan Anda. Selamat berjuang!

KIAT MEMILIH PERGURUAN TINGGI

Tuesday, August 25th, 2009

Memilih perguruan tinggi yang tepat merupakan sebuah keputusan penting bagi setiap pelajar, karena akan menentukan masa depan dan karir mereka, terlebih jika keputusan itu sudah mengarah pada pemilihan program studi yang benar-benar diminati. Berada dalam situasi seperti ini banyak siswa yang mengalami kebingungan, karena tidak mengerti program studi apa dan perguruan tinggi mana yang mereka akan pilih sehubungan dengan profesi yang kelak akan digeluti. Oleh karena itu diperlukan kiat-kiat khusus agar orang tua dan siswa itu sendiri tidak salah dalam memilih perguruan tinggi dan bidang studi yang diminati. Untuk itu, marilah kita simak TIPS memilih perguruan tinggi di bawah ini :

MINAT

Faktor utama yang harus anda ketahui adalah minat anda sendiri. Apabila Anda sudah tahu minat anda ke program studi apa, akan semakin memudahkan anda memilih perguruan tinggi, dan yang lebih penting anda akan mudah dan terpacu untuk menyelesaikan studi anda. Di bawah ini diberikan gambaran sebuah polling tentang minat pelajar untuk melanjutkan studi setelah SMU.

BIAYA

Seringkali universitas yang kita inginkan tidak sesuai dengan keadaan keuangan orang tua kita. Kuliah di Perguruan Tinggi memang banyak komponen biayanya seperti misalnya uang pendaftaran, uang gedung, spp, uang praktikum, dll. Yang lebih tidak bisa diperkirakan adalah biaya mendadak seperti fotokopi, beli buku, ataupun transportasi. Belum lagi kalo kita musti kos karena tempat kuliah yang jauh dari rumah. Jadi, supaya amannya, pada saat anda akan melakukan pendaftaran, tanyakan secara detail biaya apa saja yang harus anda tanggung selama kuliah. Perhitungkan juga biaya lain-lain yang akan anda tanggung saat menjadi mahasiswa. Diskusikan masalah tersebut bersama orang tua agar orang tua tidak kalang kabut atau bingung mencari biaya setelah anda kuliah di tempat tersebut.

PROSPEK

Saat ini banyak sekali program studi yang ditawarkan baik oleh PTN maupun PTS, tentu tidak semuanya menjanjikan prospek pekerjaan yang cerah di masa mendatang. Manakah yang akan anda pilih, program studi yang selalu menjadi favorit, tapi pada akhirnya banyak lulusannya yang menganggur ataukah program studi yang tidak termasuk kategori favorit, tapi begitu lulus langsung dapat kerja (biasanya karena lulusannya yang langka sedangkan dunia kerja masih sangat terbuka)?? anda harus dapat memprediksi prospek bidang studi yang anda pilih dalam memasuki lapangan pekerjaan sesudah lulus nanti. Bertanyalah kepada orang tua, guru, teman, konsultan, atau siapapun. Jangan pertaruhkan masa depan anda sendiri.

STATUS AKREDITASI.

Apabila tahun-tahun sebelumnya anda kenal dengan status disamakan, diakui ataupun terdaftar, sekarang ini ada yang dinamakan dengan status akreditasi. Status inilah yang saat ini menjadi salah satu faktor utama yang digunakan oleh PTS untuk mengiklankan dirinya. Status ini diberikan untuk program studi yang diselenggaran dan bukan pada keseluruhan jurusan/program studi pada suatu perguruan tinggi. Status akreditasi ini menentukan kemandirian suatu program studi dalam melaksanakan proses belajar mengajar. Akan tetapi status akreditasi bukan satu-satunya kebanggaan untuk melihat perguruan tinggi tersebut bermutu, masih banyak lagi faktor lainnya.

JALUR DAN JENJANG PENDIDIKAN.

Saat ini banyak sekali program pendidikan dengan berbagai jangka waktu tempuh pendidikan. Untuk itu kamu bisa memilih berapa lama akan menghabiskan waktu yang tentunya disesuaikan dengan kemampuan anda. Untuk Indonesia, kita memiliki 2 jenjang jalur pendidikan yaitu jalur akademik (strata 1, 2, 3) serta jalur profesional (diploma 1, 2, 3). Jalur akademik menekankan pada penguasaan ilmu pengetahuan, sedangkan jalur profesional menekankan pada keahlian tertentu. Tapi ingat, anda juga harus bisa membedakan antara jalur diploma yang diselenggarakan oleh suatu perguruan tinggi dan jalur diploma yang diselenggarakan oleh lembaga kursus. Biasanya lembaga kursus akan menjaring siswanya dengan mengiming-imingi kata-kata ’setara’ diploma 1, diploma 2 atau diploma 3. Pada kenyataannya sertifikat yang akan kita terima tidak dapat kita gunakan untuk transfer/alih pendidikan di perguruan tinggi lain. Hal ini karena sertifikat yang dikeluarkan oleh lembaga kursus hingga saat ini belum
diakui untuk dapat disetarakan dengan diploma dari perguruan tinggi.

FASILITAS PENDIDIKAN.

Hati-hatilah dengan tampilan fisik. Himbauan ini tidak hanya berlaku kalo kita memilih teman, tetapi berlaku juga jika kita akan memilih suatu perguruan tinggi. Gedung megah dan ber-AC saja tidak cukup untuk menjamin berlangsungnya proses belajar mengajar yang baik. Fasilitas utama yang harus anda ketahui dalam suatu perguruan tinggi adalah seberapa baik dan bagusnya fasilitas seperti laboratorium (komputer, akuntansi, bahasa, dan lain-lain), Bimbingan & konseling serta perpustakaan yang dimiliki.

Hari yang cerah

Wednesday, August 12th, 2009

Hari ini aku bikin blog loh, jangan lupa ya kunjungi terus blog yang ditulis ama BK paling cantik di mabhak.

Hello world!

Wednesday, August 12th, 2009

Welcome to SMA Martia Bhakti Bekasi | Sekolah yang Berkualitas Atas Dasar Iman dan Taqwa. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!