<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>WAHYU BK</title>
	<atom:link href="http://wahyu.mabhak.sch.id/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://wahyu.mabhak.sch.id</link>
	<description>Just another SMA Martia Bhakti Bekasi &#124; Sekolah yang Berkualitas Atas Dasar Iman dan Taqwa weblog</description>
	<lastBuildDate>Mon, 31 Aug 2009 03:51:38 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>BEDA SUKA-SAYANG DAN CINTA</title>
		<link>http://wahyu.mabhak.sch.id/2009/08/31/beda-suka-sayang-dan-cinta/</link>
		<comments>http://wahyu.mabhak.sch.id/2009/08/31/beda-suka-sayang-dan-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 Aug 2009 03:50:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wahyu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wahyu.mabhak.sch.id/2009/08/31/beda-suka-sayang-dan-cinta/</guid>
		<description><![CDATA[*Saat kau MENYUKAI seseorang, kau ingin memilikinya untuk keegoisanmu sendiri. *Saat kau MENYAYANGI seseorang, kau ingin sekali membuatnya bahagia dan bukan untuk dirimu sendiri. *Saat kau MENCINTAI seseorang, kau akan melakukan apapun untuk kebahagiaannya walaupun kau harus mengorbankan jiwamu. *Saat kau menyukai seseorang dan berada disisinya maka kau akan bertanya,”Bolehkah aku menciummu?” *Saat kau menyayangi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>*Saat kau MENYUKAI seseorang, kau<br />
ingin memilikinya untuk keegoisanmu sendiri.<br />
*Saat kau MENYAYANGI seseorang, kau ingin<br />
sekali membuatnya bahagia dan bukan untuk<br />
dirimu sendiri.<br />
*Saat kau MENCINTAI seseorang, kau akan<br />
melakukan apapun untuk kebahagiaannya<br />
walaupun kau harus mengorbankan jiwamu.</p>
<p>*Saat kau menyukai seseorang dan berada<br />
disisinya maka kau akan bertanya,”Bolehkah<br />
aku menciummu?”<br />
*Saat kau menyayangi seseorang dan berada<br />
disisinya maka kau akan bertanya,”Bolehkah<br />
aku memelukmu?”<br />
*Saat kau mencintai seseorang dan berada<br />
disisinya maka kau akan menggenggam erat<br />
tangannya…</p>
<p>*SUKA adalah saat ia menangis, kau akan<br />
berkata “Sudahlah, jgn menangis.”<br />
*SAYANG adalah saat ia menangis dan kau<br />
akan menangis bersamanya.<br />
CINTA adalah saat ia menangis dan kau akan<br />
membiarkannya menangis dipundakmu sambil<br />
berkata, “Mari kita selesaikan masalah ini<br />
bersama-sama. “</p>
<p>*SUKA adalah saat kau melihatnya kau akan<br />
berkata,”Ia sangat cantik dan menawan.”<br />
*SAYANG adalah saat kau melihatnya kau akan<br />
melihatnya dari hatimu dan bukan matamu.<br />
*CINTA adalah saat kau melihatnya kau akan<br />
berkata,”Buatku dia adalah anugerah terindah<br />
yang pernah Tuhan berikan padaku..”</p>
<p>*Pada saat orang yang kau SUKA menyakitimu,<br />
maka kau akan marah dan tak mau lagi bicara padanya.<br />
*Pada saat orang yang kau SAYANG menyakitimu,<br />
engkau akan menangis untuknya.<br />
*Pada saat orang yang kau CINTAI menyakitimu,<br />
kau akan berkata,”Tak apa dia hanya tak tau<br />
apa yang dia lakukan.”</p>
<p>*Pada saat kau suka padanya, kau akan<br />
MEMAKSANYA untuk menyukaimu.<br />
*Pada saat kau sayang padanya, kau akan<br />
MEMBIARKANNYA MEMILIH.<br />
*Pada saat kau cinta padanya, kau akan<br />
selalu MENANTINYA dengan setia dan tulus…</p>
<p>*SUKA adalah kau akan menemaninya bila itu<br />
menguntungkan.<br />
*SAYANG adalah kau akan menemaninya di<br />
saat dia membutuhkan.<br />
*CINTA adalah kau akan menemaninya di saat<br />
bagaimana keadaanmu.</p>
<p>*SUKA adalah hal yang menuntut.<br />
*SAYANG adalah hal memberi dan menerima.<br />
*CINTA adalah hal yang memberi dengan rela.</p>
<p>http://artikelziziheart.wordpress.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wahyu.mabhak.sch.id/2009/08/31/beda-suka-sayang-dan-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://wahyu.mabhak.sch.id/2009/08/29/24/</link>
		<comments>http://wahyu.mabhak.sch.id/2009/08/29/24/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 29 Aug 2009 14:50:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wahyu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wahyu.mabhak.sch.id/2009/08/29/24/</guid>
		<description><![CDATA[4 TIPE KEPRIBADIAN 1. K H O L E R I S EMOSI KEKUATAN Berbakat pemimpin Dinamis dan aktif Sangat memerlukan perubahan Harus mengoreksi kesalahan Berkemauan keras dan pasti Tidak emosional Tidak mudah patah semangat Bebas dan mandiri Mengesampingkan keyakinan Bisa menjalankan apa saja Tidak menyukai air mata dan emosi KELEMAHAN Suka memerintah Tidak sabar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>4 TIPE KEPRIBADIAN</p>
<p>1.	K H O L E R I S</p>
<p>EMOSI</p>
<p>KEKUATAN<br />
Berbakat pemimpin<br />
Dinamis dan aktif<br />
Sangat memerlukan perubahan<br />
Harus mengoreksi kesalahan<br />
Berkemauan keras dan pasti<br />
Tidak emosional<br />
Tidak mudah patah semangat<br />
Bebas dan mandiri<br />
Mengesampingkan keyakinan<br />
Bisa menjalankan apa saja<br />
Tidak menyukai air mata dan emosi</p>
<p>KELEMAHAN<br />
Suka memerintah<br />
Tidak sabar<br />
Cepat marah<br />
Tidak bisa santai<br />
Terlalu bergairah<br />
Menyukai kontroversi dan pertengkaran<br />
Tidak mau menyerah kalau kalah<br />
Kaku<br />
Tidak mau memuji<br />
Tidak simpatik<br />
Terlalu kuat</p>
<p>PEKERJAAN</p>
<p>KEKUATAN<br />
Berorientasi tujuan<br />
Melihat seluruh gambaran<br />
Serba teratur<br />
Mencari pemecahan praktis<br />
Bergerak cepat untuk bertindak<br />
Mendelegasikan pekerjaan<br />
Wawasan tentang produksi<br />
Membuat tujuan<br />
Merangsang kegiatan</p>
<p>KELEMAHAN<br />
Sedikit toleransi terhadap kesalahan<br />
Tidak menganalisis perincian<br />
Bosan oleh hal sepele<br />
Tergesa-gesa membuat keputusan<br />
Bisa kasar atau tidak taktis<br />
Memanipulasi orang lain<br />
Menuntut orang lain<br />
Tujuan menghalalkan cara<br />
Kerja bisa menjadi tuhannya</p>
<p>PERTEMANAN</p>
<p>KEKUATAN<br />
Tidak begitu memerlukan teman<br />
Mau bekerja untuk kegiatan kelompok<br />
Mau memimpin dan mengorganisasi<br />
Biasanya benar<br />
Unggul dalam keadaan darurat<br />
Bisa melakukan segalanya lebih baik</p>
<p>KELEMAHAN<br />
Cenderung memperalat orang lain<br />
Mendominasi orang lain<br />
Memutuskan untuk orang lain<br />
Ingin menguasai kawan dan pasangan<br />
Tidak bisa minta maaf<br />
Mungkin benar, tetapi tidak populer</p>
<p>2.	M E L A N K O L I S</p>
<p>EMOSI</p>
<p>KEKUATAN<br />
Mendalam dan penuh pikiran<br />
Analitis<br />
Serius dan bertujuan<br />
Berbakat dan kreatif<br />
Artistik dan musikal<br />
Berfilsafat dan puitis<br />
Menghargai keindahan<br />
Sensitif kepada orang lain<br />
Mau mengorbankan diri<br />
Bijaksana<br />
Idealistis</p>
<p>KELEMAHAN<br />
Mengingat yang negatif<br />
Murung dan tertekan<br />
Menikmati sakit hati<br />
Punya kerendahan hati palsu<br />
Berada di dunia lain<br />
Citra diri rendah<br />
Mendengarkan secara selektif<br />
Mementingkan diri sendiri<br />
Terlalu introspektif<br />
Merasa bersalah<br />
Menderita kompleks teraniaya</p>
<p>PEKERJAAN</p>
<p>KEKUATAN<br />
Berorientasi jadwal<br />
Perfeksionis, standar tinggi<br />
Sadar perincian<br />
Tekun dan tuntas<br />
Serba tertib dan teratur<br />
Serba rapi untuk merencanakan<br />
Hemat<br />
Melihat masalah<br />
Menemukan pemecahan kreatif<br />
Perlu menyelesaikan apa yang dimulai</p>
<p>KELEMAHAN<br />
Tidak berorientasi manusia<br />
Tertekan karena ketidaksempurnaan<br />
Memilih pekerjaan sulit<br />
Ragu-ragu memulai proyek<br />
Melewatkan banyak waktu<br />
Memilih analisis diatas kerja<br />
Merendahkan diri sendiri<br />
Sulit disenangkan<br />
Standar sering terlalu tinggi<br />
Sangat memerlukan persetujuan</p>
<p>PERTEMANAN</p>
<p>KEKUATAN<br />
Berteman dengan hati-hati<br />
Puas ada di belakang layar<br />
Menghindari perhatian<br />
Setia dan mengabdi<br />
Mau mendengarkan keluhan<br />
Bisa memecahkan masalah orang lain<br />
Sangat memperhatikan orang lain<br />
Mudah terharu dan kasihan<br />
Mencari teman hidup ideal<br />
Skeptis terhadap pujian</p>
<p>KELEMAHAN<br />
Hidup melalui orang lain<br />
Tidak aman secara sosial<br />
Menarik diri dan menjauh<br />
Suka mengkritik orang lain<br />
Menahan kasih sayang<br />
Tidak menyukai yang menentang<br />
Mencurigai orang lain<br />
Antagonistis dan pendendam<br />
Tidak mudah memaafkan<br />
Penuh kontradiksi</p>
<p>3.	P H L E G M A T I S</p>
<p>EMOSI</p>
<p>KEKUATAN<br />
Kepribadian profil rendah<br />
Mudah bergaul dan santai<br />
Tenang dan teguh<br />
Sabar, seimbang<br />
Hidup konsisten<br />
Tidak banyak cakap tetapi bijaksana<br />
Simpatik dan baik hati<br />
Menyembunyikan emosi<br />
Senang menyesuaikan diri dengan kehidupan<br />
Penuh tujuan</p>
<p>KELEMAHAN<br />
Tidak antusias<br />
Takut dan khawatir<br />
Tidak pasti<br />
Menghindari tanggung jawab<br />
Mementingkan diri sendiri<br />
Terlalu pemalu dan pendiam<br />
Terlalu suka kompromi<br />
Merasa benar sendiri</p>
<p>PEKERJAAN</p>
<p>KEKUATAN<br />
Cakap dan mantap<br />
Damai dan menyenangkan<br />
Punya kemampuan administrasi<br />
Menengahi masalah<br />
Menghindari pertikaian<br />
Baik di bawah tekanan<br />
Menemukan cara yang mudah</p>
<p>KELEMAHAN<br />
Tidak berorientasi tujuan<br />
Kurang motivasi diri<br />
Sulit bergerak<br />
Tidak senang didesak-desak<br />
Malas dan tidak peduli<br />
Membuat orang lain merosot semangatnya<br />
Lebih suka menonton</p>
<p>PERTEMANAN</p>
<p>KEKUATAN<br />
Mudah diajak rukun<br />
Menyenangkan<br />
Tidak suka menyinggung perasaan<br />
Pendengar yang baik<br />
Rasa humor yang tajam<br />
Suka mengawasi orang lain<br />
Punya banyak teman<br />
Berbelas kasihan dan peduli</p>
<p>KELEMAHAN<br />
Menghilangkan antusiasme<br />
Tidak mau terlibat<br />
Tidak menyenangkan<br />
Tidak mempedulikan rencana<br />
Menilai orang lain<br />
Sarkatis dan mengejek<br />
Menolak perubahan</p>
<p>4.	S A N G U I N I S</p>
<p>EMOSI</p>
<p>KEKUATAN<br />
Kepribadian menyenangkan<br />
Suka bicara dan bercerita<br />
Menghidupkan suasana pesta<br />
Selera humor yang baik<br />
Ingatan akan warna<br />
Secara fisik memegang pendengar<br />
Emosional dan demonstratif<br />
Antusias dan ekspresif<br />
Ceria dan selalu gembira<br />
Penuh rasa ingin tahu<br />
Baik di panggung<br />
Bermata lebar dan polos<br />
Hidup di masa sekarang<br />
Sikapnya mudah berubah<br />
Berhati tulus<br />
Tetap menjadi anak-anak</p>
<p>KELEMAHAN<br />
Suka bicara<br />
Membesar-besarkan<br />
Menyukai perincian<br />
Tidak bisa mengingat nama<br />
Membuat orang lain takut<br />
Sebagian terlalu bahagia<br />
Energi yang tidak mau diam<br />
Egoistis<br />
Suka mengeluh<br />
Kekanak-kanakan<br />
Suara dan tertawa keras<br />
Dikendalikan keadaan<br />
Mudah marah<br />
Tampak palsu bagi beberapa orang<br />
Tidak pernah dewasa</p>
<p>PEKERJAAN</p>
<p>KEKUATAN<br />
Mengajukan diri secara sukarela untuk bekerja<br />
Memikirkan kegiatan baru<br />
Tampak hebat di permukaan<br />
Kreatif dan penuh warna<br />
Punya energi dan semangat<br />
Mulai dengan cara yang hebat<br />
Mengilhami orang lain untuk bergabung<br />
Mempesona orang lain untuk bekerja</p>
<p>KELEMAHAN<br />
Lebih suka bicara<br />
Melupakan kewajiban<br />
Tidak mengikuti sampai tuntas<br />
Keyakinan cepat luntur<br />
Tidak disiplin<br />
Prioritas kacau<br />
Memutuskan dengan perasaan<br />
Mudah teralihkan perhatiannya</p>
<p>PERTEMANAN</p>
<p>KEKUATAN<br />
Mudah berteman<br />
Menyukai orang lain<br />
Terdorong oleh pujian<br />
Tampak menggembirakan<br />
Dicemburui orang lain<br />
Tidak menyimpan dendam<br />
Cepat minta maaf<br />
Mencegah saat membosankan<br />
Menyukai kegiatan spontan<br />
Mengulangi cerita</p>
<p>KELEMAHAN<br />
Benci sendirian<br />
Perlu menjadi pusat perhatian<br />
Ingin popoler<br />
Mencari penghargaan<br />
Mendominasi percakapan<br />
Menyela dan tidak mendengarkan<br />
Menjawab untuk orang lain<br />
Tidak tetap dan pelupa<br />
Membuat dalih</p>
<p>http://www.doktertomi.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wahyu.mabhak.sch.id/2009/08/29/24/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>KORELASI LINGKUNGAN TERHADAP KEPRIBADIAN</title>
		<link>http://wahyu.mabhak.sch.id/2009/08/29/korelasi-lingkungan-terhadap-kepribadian/</link>
		<comments>http://wahyu.mabhak.sch.id/2009/08/29/korelasi-lingkungan-terhadap-kepribadian/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 29 Aug 2009 14:22:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wahyu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wahyu.mabhak.sch.id/2009/08/29/korelasi-lingkungan-terhadap-kepribadian/</guid>
		<description><![CDATA[• Bila anak hidup di dalam suasana penuh dengan kritik, Dia belajar untuk menyalahkan orang. • Bila anak hidup di dalam suasana penuh kekerasan, Dia belajar untuk berkelahi. • Bila anak hidup di dalam suasana penuh olok-olok, Dia belajar untuk menjadi seorang yang pemalu. • Bila anak hidup di dalam suasana yang memalukan, Dia belajar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>•	Bila anak hidup di dalam suasana penuh dengan kritik,<br />
Dia belajar untuk menyalahkan orang.</p>
<p>•	Bila anak hidup di dalam suasana penuh kekerasan,<br />
Dia belajar untuk berkelahi.</p>
<p>•	Bila anak hidup di dalam suasana penuh olok-olok,<br />
Dia belajar untuk menjadi seorang yang pemalu.</p>
<p>•	Bila anak hidup di dalam suasana yang memalukan,<br />
Dia belajar untuk selalu merasa bersalah.</p>
<p>•	Bila anak hidup di dalam suasana yang penuh dengan toleransi,<br />
Dia belajar untuk menjadi seorang penyabar.</p>
<p>•	Bila anak hidup di dalam suasana yang penuh dengan dukungan,<br />
Dia belajar untuk menjadi seorang yang percaya diri.</p>
<p>•	Bila anak hidup di dalam suasana penuh pujian &amp; penghargaan,<br />
Dia belajar untuk menghargai oranglain.</p>
<p>•	Bila anak hidup di dalam suasana kejujuran,<br />
Dia belajar mengenai keadilan.</p>
<p>•	Bila anak hidup di dalam suasana yang aman,<br />
Dia belajar untuk mempercayai orang lain.</p>
<p>•	Bila anak hidup di dalam suasana yang memuaskan jiwanya,<br />
Dia belajar untuk menyenangi dirinya.</p>
<p>•	Bila anak hidup di dalam suasana yang penuh dengan penerimaan &amp; persahabatan,<br />
Dia belajar untuk mendapatkan kasih sayang di dalam dunia ini.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wahyu.mabhak.sch.id/2009/08/29/korelasi-lingkungan-terhadap-kepribadian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PERBEDAAN IQ DAN EQ</title>
		<link>http://wahyu.mabhak.sch.id/2009/08/29/perbedaan-iq-dan-eq/</link>
		<comments>http://wahyu.mabhak.sch.id/2009/08/29/perbedaan-iq-dan-eq/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 29 Aug 2009 06:18:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wahyu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wahyu.mabhak.sch.id/2009/08/29/perbedaan-iq-dan-eq/</guid>
		<description><![CDATA[Inteligensi (IQ) Menurut David Wechsler, inteligensi adalah kemampuan untuk bertindak secara terarah, berpikir secara rasional, dan menghadapi lingkungannya secara efektif. secara garis besar dapat disimpulkan bahwa inteligensi adalah suatu kemampuan mental yang melibatkan proses berpikir secara rasional. Oleh karena itu, inteligensi tidak dapat diamati secara langsung, melainkan harus disimpulkan dari berbagai tindakan nyata yang merupakan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Inteligensi (IQ)</p>
<p>Menurut David Wechsler, inteligensi adalah kemampuan untuk bertindak secara terarah, berpikir secara rasional, dan menghadapi lingkungannya secara efektif. secara garis besar dapat disimpulkan bahwa inteligensi adalah suatu kemampuan mental yang melibatkan proses berpikir secara rasional. Oleh karena itu, inteligensi tidak dapat diamati secara langsung, melainkan harus disimpulkan dari berbagai tindakan nyata yang merupakan manifestasi dari proses berpikir rasional itu.</p>
<p>Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi inteligensi adalah :</p>
<p>Faktor bawaan atau keturunan</p>
<p>Penelitian membuktikan bahwa korelasi nilai tes IQ dari satu keluarga sekitar 0,50. Sedangkan di antara 2 anak kembar, korelasi nilai tes IQnya sangat tinggi, sekitar 0,90. Bukti lainnya adalah pada anak yang diadopsi. IQ mereka berkorelasi sekitar 0,40 &#8211; 0,50 dengan ayah dan ibu yang sebenarnya, dan hanya 0,10 &#8211; 0,20 dengan ayah dan ibu angkatnya. Selanjutnya bukti pada anak kembar yang dibesarkan secara terpisah, IQ mereka tetap berkorelasi sangat tinggi, walaupun mungkin mereka tidak pernah saling kenal.</p>
<p>Faktor lingkungan</p>
<p>Walaupun ada ciri-ciri yang pada dasarnya sudah dibawa sejak lahir, ternyata lingkungan sanggup menimbulkan perubahan-perubahan yang berarti. Inteligensi tentunya tidak bisa terlepas dari otak. Perkembangan otak sangat dipengaruhi oleh gizi yang dikonsumsi. Selain gizi, rangsangan-rangsangan yang bersifat kognitif emosional dari lingkungan juga memegang peranan yang amat penting.</p>
<p>Inteligensi dan IQ</p>
<p>Orang seringkali menyamakan arti inteligensi dengan IQ, padahal kedua istilah ini mempunyai perbedaan arti yang sangat mendasar. Arti inteligensi sudah dijelaskan di depan, sedangkan IQ atau tingkatan dari Intelligence Quotient, adalah skor yang diperoleh dari sebuah alat tes kecerdasan. Dengan demikian, IQ hanya memberikan sedikit indikasi mengenai taraf kecerdasan seseorang dan tidak menggambarkan kecerdasan seseorang secara keseluruhan.</p>
<p>Skor IQ mula-mula diperhitungkan dengan membandingkan umur mental (Mental Age) dengan umur kronologik (Chronological Age). Bila kemampuan individu dalam memecahkan persoalan-persoalan yang disajikan dalam tes kecerdasan (umur mental) tersebut sama dengan kemampuan yang seharusnya ada pada individu seumur dia pada saat itu (umur kronologis), maka akan diperoleh skor 1. Skor ini kemudian dikalikan 100 dan dipakai sebagai dasar perhitungan IQ. Tetapi kemudian timbul masalah karena setelah otak mencapai kemasakan, tidak terjadi perkembangan lagi, bahkan pada titik tertentu akan terjadi penurunan kemampuan.</p>
<p>Pengukuran Inteligensi</p>
<p>Pada tahun 1904, Alfred Binet dan Theodor Simon, 2 orang psikolog asal Perancis merancang suatu alat evaluasi yang dapat dipakai untuk mengidentifikasi siswa-siswa yang memerlukan kelas-kelas khusus (anak-anak yang kurang pandai). Alat tes itu dinamakan Tes Binet-Simon. Tes ini kemudian direvisi pada tahun 1911.</p>
<p>Tahun 1916, Lewis Terman, seorang psikolog dari Amerika mengadakan banyak perbaikan dari tes Binet-Simon. Sumbangan utamanya adalah menetapkan indeks numerik yang menyatakan kecerdasan sebagai rasio (perbandingan) antara mental age dan chronological age. Hasil perbaikan ini disebut Tes Stanford_Binet. Indeks seperti ini sebetulnya telah diperkenalkan oleh seorang psikolog Jerman yang bernama William Stern, yang kemudian dikenal dengan Intelligence Quotient atau IQ. Tes Stanford-Binet ini banyak digunakan untuk mengukur kecerdasan anak-anak sampai usia 13 tahun.</p>
<p>Salah satu reaksi atas tes Binet-Simon atau tes Stanford-Binet adalah bahwa tes itu terlalu umum. Seorang tokoh dalam bidang ini, Charles Sperrman mengemukakan bahwa inteligensi tidak hanya terdiri dari satu faktor yang umum saja (general factor), tetapi juga terdiri dari faktor-faktor yang lebih spesifik. Teori ini disebut Teori Faktor (Factor Theory of Intelligence). Alat tes yang dikembangkan menurut teori faktor ini adalah WAIS (Wechsler Adult Intelligence Scale) untuk orang dewasa, dan WISC (Wechsler Intelligence Scale for Children) untuk anak-anak.</p>
<p>Di samping alat-alat tes di atas, banyak dikembangkan alat tes dengan tujuan yang lebih spesifik, sesuai dengan tujuan dan kultur di mana alat tes tersebut dibuat.</p>
<p>Inteligensi dan Bakat</p>
<p>Inteligensi merupakan suatu konsep mengenai kemampuan umum individu dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Dalam kemampuan yang umum ini, terdapat kemampuan-kemampuan yang amat spesifik. Kemampuan-kemampuan yang spesifik ini memberikan pada individu suatu kondisi yang memungkinkan tercapainya pengetahuan, kecakapan, atau ketrampilan tertentu setelah melalui suatu latihan. Inilah yang disebut Bakat atau Aptitude. Karena suatu tes inteligensi tidak dirancang untuk menyingkap kemampuan-kemampuan khusus ini, maka bakat tidak dapat segera diketahui lewat tes inteligensi.</p>
<p>Alat yang digunakan untuk menyingkap kemampuan khusus ini disebut tes bakat atau aptitude test. Tes bakat yang dirancang untuk mengungkap prestasi belajar pada bidang tertentu dinamakan Scholastic Aptitude Test dan yang dipakai di bidang pekerjaan adalah Vocational Aptitude Test dan Interest Inventory. Contoh dari Scholastic Aptitude Test adalah tes Potensi Akademik (TPA) dan Graduate Record Examination (GRE). Sedangkan contoh dari Vocational Aptitude Test atau Interest Inventory adalah Differential Aptitude Test (DAT) dan Kuder Occupational Interest Survey.</p>
<p>Inteligensi dan Kreativitas</p>
<p>Kreativitas merupakan salah satu ciri dari perilaku yang inteligen karena kreativitas juga merupakan manifestasi dari suatu proses kognitif. Meskipun demikian, hubungan antara kreativitas dan inteligensi tidak selalu menunjukkan bukti-bukti yang memuaskan. Walau ada anggapan bahwa kreativitas mempunyai hubungan yang bersifat kurva linear dengan inteligensi, tapi bukti-bukti yang diperoleh dari berbagai penelitian tidak mendukung hal itu. Skor IQ yang rendah memang diikuti oleh tingkat kreativitas yang rendah pula. Namun semakin tinggi skor IQ, tidak selalu diikuti tingkat kreativitas yang tinggi pula. Sampai pada skor IQ tertentu, masih terdapat korelasi yang cukup berarti. Tetapi lebih tinggi lagi, ternyata tidak ditemukan adanya hubungan antara IQ dengan tingkat kreativitas.</p>
<p>Para ahli telah berusaha mencari tahu mengapa ini terjadi. J. P. Guilford menjelaskan bahwa kreativitas adalah suatu proses berpikir yang bersifat divergen, yaitu kemampuan untuk memberikan berbagai alternatif jawaban berdasarkan informasi yang diberikan. Sebaliknya, tes inteligensi hanya dirancang untuk mengukur proses berpikir yang bersifat konvergen, yaitu kemampuan untuk memberikan satu jawaban atau kesimpulan yang logis berdasarkan informasi yang diberikan. Ini merupakan akibat dari pola pendidikan tradisional yang memang kurang memperhatikan pengembangan proses berpikir divergen walau kemampuan ini terbukti sangat berperan dalam berbagai kemajuan yang dicapai oleh ilmu pengetahuan.</p>
<p>Kecerdasan Emosional (EQ)</p>
<p>Selama ini banyak orang menganggap bahwa jika seseorang memiliki tingkat kecerdasan intelektual (IQ) yang tinggi, maka orang tersebut memiliki peluang untuk meraih kesuksesan yang lebih besar di banding orang lain. Pada kenyataannya, ada banyak kasus di mana seseorang yang memiliki tingkat kecerdasan intelektual yang tinggi tersisih dari orang lain yang tingkat kecerdasan intelektualnya lebih rendah. Ternyata IQ (Intelligence Quotient) yang tinggi tidak menjamin seseorang akan meraih kesuksesan.</p>
<p>Daniel Goleman, seorang profesor dari Universitas Harvard menjelaskan bahwa ada ukuran/patokan lain yang menentukan tingkat kesuksesan seseorang. Dalam bukunya yang terkenal, Emotional Intelligence, membuktikan bahwa tingkat emosional manusia lebih mampu memperlihatkan kesuksesan seseorang.</p>
<p>Intelligence Quotient (IQ) tidak dapat berkembang. Jika seseorang terlahir dengan kondisi IQ sedang, maka IQ-nya tidak pernah bisa bertambah maupun berkurang. Artinya, jika seseorang terlahir dengan kecerdasan intelektual (IQ) yang cukup, percuma saja dia mencoba dengan segala cara untuk mendapatkan IQ yang superior (jenius), begitu pula sebaliknya. Tetapi, Emotional Quotient(EQ) dapat dikembangkan seumur hidup dengan belajar.</p>
<p>Kecerdasan Emosional (EQ) tumbuh seiring pertumbuhan seseorang sejak lahir hingga meninggal dunia. Pertumbuhan EQ dipengaruhi oleh lingkungan, keluarga, dan contoh-contoh yang didapat seseorang sejak lahir dari orang tuanya. Kecerdasan Emosi menyangkut banyak aspek penting, yang agaknya semakin sulit didapatkan pada manusia modern, yaitu:</p>
<p>* empati (memahami orang lain secara mendalam)</p>
<p>* mengungkapkan dan memahami perasaan</p>
<p>* mengendalikan amarah</p>
<p>* kemandirian</p>
<p>* kemampuan menyesuaikan diri</p>
<p>* disukai</p>
<p>* kemampuan memecahkan masalah antar pribadi ketekunan</p>
<p>* kesetiakawanan</p>
<p>* keramahan</p>
<p>* sikap hormat</p>
<p>Orang tua adalah seseorang yang pertama kali harus mengajarkan kecerdasan emosi kepada anaknya dengan memberikan teladan dan contoh yang baik. Agar anak memiliki kecerdasan emosi yang tinggi, orang tua harus mengajar anaknya untuk :</p>
<p>* membina hubungan persahabatan yang hangat dan harmonis</p>
<p>* bekerja dalam kelompok secara harmonis</p>
<p>* berbicara dan mendengarkan secara efektif</p>
<p>* mencapai prestasi yang lebih tinggi sesuai aturan yang ada (sportif)</p>
<p>* mengatasi masalah dengan teman yang nakal</p>
<p>* berempati pada sesama</p>
<p>* memecahkan masalah</p>
<p>* mengatasi konflik</p>
<p>* membangkitkan rasa humor</p>
<p>* memotivasi diri bila menghadapi saat-saat yang sulit</p>
<p>* menghadapi situasi yang sulit dengan percaya diri</p>
<p>* menjalin keakraban</p>
<p>Jika seseorang memiliki IQ yang tinggi, ditambah dengan EQ yang tinggi pula, orang tersebut akan lebih mampu menguasai keadaan, dan merebut setiap peluang yang ada tanpa membuat masalah yang baru.</p>
<p>* Dari berbagai sumber di internet</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wahyu.mabhak.sch.id/2009/08/29/perbedaan-iq-dan-eq/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>KEUTAMAAN SHALAT TARAWIH</title>
		<link>http://wahyu.mabhak.sch.id/2009/08/29/keutamaan-shalat-tarawih/</link>
		<comments>http://wahyu.mabhak.sch.id/2009/08/29/keutamaan-shalat-tarawih/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 29 Aug 2009 05:38:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wahyu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wahyu.mabhak.sch.id/2009/08/29/keutamaan-shalat-tarawih/</guid>
		<description><![CDATA[Keutamaan Shalat Tarawih dari sebuah hadis: Dari Ali bin Abi Thalib dia berkata : Nabi SAW ditanya tentang keutamaan shalat Tarawih di bulan Ramadhan. Kemudian beliau bersabda : ~ Orang mukmin keluar pada malam pertama, seperti saat dia dilahirkan oleh ibunya. ~ Dan pada malam kedua ia diampuni, dan juga kedua orang tuanya jika keduanya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Keutamaan Shalat Tarawih dari sebuah hadis: Dari Ali bin Abi Thalib dia berkata : Nabi SAW ditanya tentang keutamaan shalat Tarawih di bulan Ramadhan. Kemudian beliau bersabda :</p>
<p>~ Orang mukmin keluar pada malam pertama, seperti saat dia dilahirkan oleh ibunya.<br />
~ Dan pada malam kedua ia diampuni, dan juga kedua orang tuanya jika keduanya mukmin.<br />
~ Dan pada malam ketiga seorang malaikat berseru dibawah &#8216;Arsy : &#8220;Mulailah beramal, semoga ALLAH mengampuni dosamu yang telah lewat.<br />
~ Pada malam keempat ia memperoleh pahala seperti ia membaca Taurat,Injil,Zabur dan Al Quran.<br />
~ Pada malam kelima ALLAH Ta&#8217;ala memberikan pahala seperti pahala orang yang shalat di Masjidil Haram,Masjid Madinah dan Masjidil Aqsha.<br />
~ Pada malam keenam ALLAH Ta&#8217;ala memberikan pahala seperti orang yang berthawaf di Baitul Makmur dan dimohonkan ampun oleh setiap batu dan cadas.<br />
~ Pada malam ketujuh, seolah olah ia mendapat derajat Nabi Musa a.s. Dan kemenagannya atas Fir&#8217;aun dan Haman.<br />
~ Pada malam kedelapan ALLAH memberinya apa yang pernah DIA beri kepada Nabi Ibrahim a.s.<br />
~ Pada malam kesembilan, seolah olah dia beribadah kepada ALLAH sebagaimana iabadahnya Nabi SAW.<br />
~ Pada malam kesepuluh, ALLAH Ta&#8217;ala memberikan kepadanya kebaikan di Dunia dan Akhirat.<br />
~ Pada malam kesebelas dia keluar dari dunia seperti saat ia dilahirkan oleh Ibunya.<br />
~ Pada malam kedua belas, Ia datang pada hari kiamat sedang wajahnya bagaikan bulan di malam purnama.<br />
~ Pada malam ketiga belas, ia datang pada hari kiamat dalam keadaan terhindar dari segala keburukan.<br />
~ Pada malam keempat belas, para malaikat datang seraya memberikan kesaksian terhadapnya, bahwa ia telah melakukan shalat tarawih, maka ALLAH tidak menghisabnya pada hari kiamat.<br />
~ Pada malam kelima belas, ia didoakan oleh para malaikat dan para penanggung (Pemikul) &#8216;Arsy dan Kursi.<br />
~ Pada malam keenam belas, ALLAH merapkan baginya kebebasan untuk selamat dari neraka dan kebebasan masuk ke dalam Syurga.<br />
~ Pada malam ketujuh belas, ia diberi pahala seperti pahala para Nabi.<br />
~ Pada malam kedelapan belas, seorang Malaikat berseru : &#8220;Hai hamba ALLAH, sesungguhnya ALLAH ridha kepadamu dan kepada ibu bapakmu.<br />
~ Pada malam kesembilan belas, ALLAH mengangkat derajat derajat nya ke dalam Syurga Firdaus.<br />
~ Pada malam kedua puluh, ALLAH memberi pahala para Syuhada (orang yang mati Syahid) dan Shalihin (orang yang shaleh)<br />
~ Pada malam kedua puluh satu, ALLAH membangunkan untuknya sebuah gedung dari cahaya.<br />
~ Pada malam ke dua puluh dua,ia datang pada hari kiamat dalam keadaan aman dari setiap kesedihan dan kesusahan.<br />
~ Pada malam kedua puluh tiga, ALLAH membangunkan untuknya sebuah kota di dalam Syurga.<br />
~ Pada malam kedua puluh empat, dia memperoleh dua puluh empat do&#8217;a yang dikabulkan.<br />
~ Pada malam kedua puluh lima, ALLAH Ta&#8217;a menghapuskan dirinya dari azab kubur.<br />
~ Pada malam kedua puluh enam, ALLAH mengangkat pahalanya selama empat puluh tahun.<br />
~ Pada malam kedua puluh tujuh, dia dapat melewati shirat pada hari kiamat, bagaikan kilat yang menyambar.<br />
~ Pada malam kedua puluh delapan, ALLAH mengangkat baginya seribu derajat dalam Syurga,<br />
~ Pada malam kedua puluh sembilan, ALLAH memberinya pahala seribu haji yang diterima.<br />
~ Pada malam ke tiga puluh, ALLAH berfirman: &#8220;Hai hamba-KU, makanlah buah buahan Syurga, mandilah dari Air Salsabil dan minumlah dari Telaga Kautsar. Akulah Tuhan mu dan engkaulah Hamba-KU.&#8221;</p>
<p>^_^ </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wahyu.mabhak.sch.id/2009/08/29/keutamaan-shalat-tarawih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>KIAT MENGHADAPI UJIAN NASIONAL</title>
		<link>http://wahyu.mabhak.sch.id/2009/08/25/kiat-menghadapi-ujian-nasional/</link>
		<comments>http://wahyu.mabhak.sch.id/2009/08/25/kiat-menghadapi-ujian-nasional/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Aug 2009 06:48:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wahyu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wahyu.mabhak.sch.id/2009/08/25/kiat-menghadapi-ujian-nasional/</guid>
		<description><![CDATA[Persiapan untuk menghadapi ujian adalah hal yang paling penting untuk menentukan kesiapan dalam mengerjakan semua soal yang ada. Berikut ini ada 10 tips untuk membantu siswa yang masih duduk di bangku sekolah dalam mengerjakan ujian: 1. Datanglah dengan persiapan yang matang dan lebih awal. Bawalah semua alat tulis yang kamu butuhkan, seperti pensil, pulpen, kalkulator, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Persiapan untuk menghadapi ujian adalah hal yang paling penting untuk menentukan kesiapan dalam mengerjakan semua soal yang ada.<br />
Berikut ini ada 10 tips untuk membantu siswa yang masih duduk di bangku sekolah dalam mengerjakan ujian:</p>
<p>1. Datanglah dengan persiapan yang matang dan lebih awal.<br />
Bawalah semua alat tulis yang kamu butuhkan, seperti pensil, pulpen, kalkulator, kamus, jam (tangan), penghapus, tip ex, penggaris, dan lain-lainnya. Perlengkapan ini akan membantumu untuk tetap konsentrasi selama mengerjakan ujian.</p>
<p>2. Tenang dan percaya diri.<br />
Ingatkan dirimu bahwa kamu sudah siap sedia dan akan mengerjakan ujian dengan baik. </p>
<p>3. Bersantailah tapi waspada.<br />
Pilihlah kursi atau tempat yang nyaman untuk mengerjakan ujian. Pastikan kamu mendapatkan tempat yang cukup untuk mengerjakannya. Pertahankan posisi duduk tegak.</p>
<p>4. Preview soal-soal ujianmu dulu (bila ujian memiliki waktu tidak terbatas)<br />
Luangkan 10% dari keseluruhan waktu ujian untuk membaca soal-soal ujian secara mendalam, tandai kata-kata kunci dan putuskan berapa waktu yang diperlukan untuk menjawab masing-masing soal. Rencanakan untuk mengerjakan soal yang mudah dulu, baru soal yang tersulit. Ketika kamu membaca soal-soal, catat juga ide-ide yang muncul yang akan digunakan sebagai jawaban.</p>
<p>5. Jawab soal-soal ujian secara strategis.<br />
Mulai dengan menjawab pertanyaan mudah yang kamu ketahui, kemudian dengan soal-soal yang memiliki nilai tertinggi. Pertanyaan terakhir yang seharusnya kamu kerjakan adalah:<br />
- soal paling sulit<br />
- yang membutuhkan waktu lama untuk menulis jawabannya<br />
- memiliki nilai terkecil</p>
<p>6. Ketika mengerjakan soal-soal pilihan ganda, ketahuilah jawaban yang harus dipilih/ditebak.<br />
Mula-mula, abaikan jawaban yang kamu tahu salah. Tebaklah selalu suatu pilihan jawaban ketika tidak ada hukuman pengurangan nilai, atau ketika tidak ada pilihan jawaban yang dapat kamu abaikan. Jangan menebak suatu pilihan jawaban ketika kamu tidak mengetahui secara pasti dan ketika hukuman pengurangan nilai digunakan. Karena pilihan pertama akan jawabanmu biasanya benar, jangan menggantinya kecuali bila kamu yakin akan koreksi yang kamu lakukan.</p>
<p>7. Ketika mengerjakan soal ujian esai, pikirkan dulu jawabannya sebelum menulis.<br />
Buat kerangka jawaban singkat untuk esai dengan mencatat dulu beberapa ide yang ingin kamu tulis. Kemudian nomori ide-ide tersebut untuk mengurutkan mana yang hendak kamu diskusikan dulu.</p>
<p>8. Ketika mengerjakan soal ujian esai, jawab langsung poin utamanya.<br />
Tulis kalimat pokokmu pada kalimat pertama. Gunakan paragraf pertama sebagai overview esaimu. Gunakan paragraf-paragraf selanjutnya untuk mendiskusikan poin-poin utama secara mendetil. Dukung poinmu dengan informasi spesifik, contoh, atau kutipan dari bacaan atau catatanmu.</p>
<p>9. Sisihkan 10% waktumu untuk memeriksa ulang jawabanmu.<br />
Periksa jawabanmu; hindari keinginan untuk segera meninggalkan kelas segera setelah kamu menjawab semua soal-soal ujian. Periksa lagi bahwa kamu telah menyelesaikan semua pertanyaan. Baca ulang jawabanmu untuk memeriksa ejaan, struktur bahasa dan tanda baca. Untuk jawaban matematika, periksa bila ada kecerobohan (misalnya salah meletakkan desimal). Bandingkan jawaban matematikamu yang sebenarnya dengan penghitungan ringkas.</p>
<p>10. Analisis hasil ujianmu.<br />
Setiap ujian dapat membantumu dalam mempersiapkan diri untuk ujian selanjutnya. Putuskan strategi mana yang sesuai denganmu. Tentukan strategi mana yang tidak berhasil dan ubahlah. Gunakan kertas ujian sebelumnya ketika belajar untuk ujian akhir.</p>
<p>Perlu diingat, belajarlah jauh-jauh hari sebelum hari ujian tiba. Usahakan jangan menggunakan sistem kebut semalam. Justru pada hari-hari mendekati ujian, badan dan pikiran harus rileks, makanlah makanan yang bergizi.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wahyu.mabhak.sch.id/2009/08/25/kiat-menghadapi-ujian-nasional/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>KIAT MEMILIH JURUSAN KULIAH DI PERGURUAN TINGGI YANG TEPAT</title>
		<link>http://wahyu.mabhak.sch.id/2009/08/25/kiat-memilih-jurusan-kuliah-di-perguruan-tinggi-yang-tepat/</link>
		<comments>http://wahyu.mabhak.sch.id/2009/08/25/kiat-memilih-jurusan-kuliah-di-perguruan-tinggi-yang-tepat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Aug 2009 06:33:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wahyu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wahyu.mabhak.sch.id/2009/08/25/kiat-memilih-jurusan-kuliah-di-perguruan-tinggi-yang-tepat/</guid>
		<description><![CDATA[Pada umumnya siswa yang telah lulus dari SMA, SMEA, SMK dan jenjang sederajat lainnya akan melanjutkan studi ke Perguruan Tinggi baik Perguruan Tinggi Negeri / PTN maupun Perguruan Tinggi Swasta / PTS. Pada perguruan tinggi terdapat penjurusan mahasiswa berdasarkan subyek mata kuliah yang diambil. Setiap jurusan memiliki materi dan sifat pembelajaran yang berbeda-beda. Jurusan yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada umumnya siswa yang telah lulus dari SMA, SMEA, SMK dan jenjang sederajat lainnya akan melanjutkan studi ke Perguruan Tinggi baik Perguruan Tinggi Negeri / PTN maupun Perguruan Tinggi Swasta / PTS. Pada perguruan tinggi terdapat penjurusan mahasiswa berdasarkan subyek mata kuliah yang diambil. Setiap jurusan memiliki materi dan sifat pembelajaran yang berbeda-beda. Jurusan yang memiliki sifat yang serupa akan digabung dalam suatu fakultas, akademi, sekolah tinggi, dan lain sebagainya.</p>
<p>Memilih jurusan kuliah bukan urusan yang mudah dan bukan persoalan yang sepele. Banyak faktor yang harus diperhitungkan dan dipikirkan masak-masak. Memilih secara tergesa-gesa tanpa memperhitungkan segala aspek akan berakibat fatal mulai dari kesadaran yang terlambat bahwa jurusan yang diambil tidak sesuai dengan kepribadian sampai pada drop out / DO atau dikeluarkannya seorang mahasiswa / mahasiswi karena dinyatakan tidak mampu mengikuti pendidikan yang diikutinya. Maka dari itu pemilihan jurusan sedini mungkin harus mulai dipertimbangkan. Salah pilih jurusan merupakan bencana dan kerugian yang besar bagi Anda di masa depan.</p>
<p>Cara memilih jurusan di Perguruan Tinggi yang baik:</p>
<p>1. Menyesuaikan Cita-Cita, Minat dan Bakat</p>
<p>Bagi yang telah memiliki cita-cita tertentu, maka lihatlah jurusan apa yang dapat membawa menuju profesi atau pekerjaan yang diinginkan tersebut. Janganlah memilih jurusan teknik geodesi jika Anda ingin menjadi seorang dokter ahli kandungan dan jangan pula memilih jurusan sastra jawa jika bercita-cita menjadi polisi.</p>
<p>Sesuaikan jurusan yang ingin diambil dengan minat dan bakat. Jika tidak menyukai hitung-hitungan janganlah mengambil jurusan matematika dan jika tidak menyukai menggambar jangan mengambil jurusan teknik sipil. Kemudian lihat bakat anda saat ini. Mengembangkan bakat yang sudah ada disertai dengan rasa suka dan cita-cita pada suatu jurusan studi akan menjadi pilihan yang tepat.</p>
<p>2. Informasi yang Sempurna</p>
<p>Carilah informasi yang banyak sebagai bahan pertimbangan anda untuk memilih jurusan. Cari dan gali informasi dari banyak sumber seperti orang tua, saudara, guru, teman, bimbel, tetangga, konsultan pendidikan, kakak kelas, teman mahasiswa, profesional, dan lain sebagainya. Jangan mudah terpengaruh dengan orang lain yang kurang menguasai informasi atau ikut-ikutan teman / trend.</p>
<p>Internet juga merupakan media yang tepat dan bebas untuk bertanya kepada orang-orang di dalamnya tentang apa yang ingin kita ketahui. Cari situs forum atau chating melalui messenger dengan orang yang dapat dipercaya. Semua informasi yang didapat dirangkum dan dijadikan bahan untuk membantu memilih jurusan.</p>
<p>3. Lokasi dan Biaya</p>
<p>Bagi orang yang hidup dalam ekonomi atas, memilih jurusan tidak akan menjadi masalah. Biaya yang nantinya harus ditanggung dapat diselesaikan dengan mudah baik dari pengeluaran studi, biaya hidup, lokasi tempat tinggal, dan lain sebagainya. Bagi masyarakat golongan menengah ke bawah, lokasi dan biaya merupakan masalah yang sangat diperhitungkan.</p>
<p>Jika dana yang ada terbatas maka pilihlah lokasi kuliah yang dekat dengan tempat tinggal atau lokasi luar kota yang memiliki biaya hidup yang rendah. Pilih juga tempat kuliah yang biaya pendidikan tidak terlalu tinggi. Jika dana yang ada nanti belum mencukupi, maka carilah beasiswa, keringanan, pekerjaan paruh waktu / freelance atau sponsor untuk mencukupi kebutuhan dana anda. Jangan jadikan pula uang sebagai faktor yang sangat menghambat masa depan Anda.</p>
<p>4. Daya Tampung Jurusan / Peluang Diterima</p>
<p>Perhatikan daya tampung suatu jurusan di PTN dan PTS favorit. Pada umumnya memiliki kuantitas yang terbatas dan diperebutkan oleh banyak orang. Jangan membebani diri anda dengan target untuk berkuliah di tempat tertentu dengan jurusan tertentu yang favorit. Anda bisa stres jika kehendak anda tidak terpenuhi. Buat banyak pilihan tempat kuliah beserta jurusannya.</p>
<p>Ukur kemampuan untuk melihat sejauh mana peluang menempati suatu jurusan di tempat favorit. Adanya seleksi massal yang murni seperti UMPTN, SPMB, Sipenmaru dan lain sebagainya dapat menjegal masa depan studi Anda jika tidak persiapkan dan diperhitungkan matang-matang. Pelajari soal-soal seleksi dan ikuti ujian try out sebagai percobaan Anda dalam mengukur kemampuan yang anda miliki.</p>
<p>Namun jangan terlalu minder dengan hasil yang didapat. Jika pada SPMB ada 2 jurusan yang dapat dipilih, pilih satu jurusan dan tempat yang Anda cita-citakan dan satu jurusan lain atau lokasi lain yang sesuai atau sedikit di bawah kemampuan Anda.</p>
<p>5. Masa Depan Karir dan Pekerjaan</p>
<p>Lihatlah ke depan setelah Anda lulus nanti. Apakah jurusan yang Anda ambil nanti dapat mengantar Anda untuk mendapatkan pekerjaan dan karir yang baik? Banyak jurusan-jurusan yang saat ini lulusannya menganggur tidak bekerja. Tidak hanya orang dari jurusan tertentu saja yang dapat bekerja pada suatu profesi, karena saat ini rekrutmen perusahaan dalam mencari tenaga kerja tidak melihat seseorang dari latar belakang pendidikan saja, namun juga pengalaman. Tetapi jika kompetensi, keberanian dan kemampuan anda jauh dari orang-orang normal, maka jurusan apapun yang Anda ambil sah-sah saja.</p>
<p>Biarkanlah hati dan akal sehat Anda bicara tanpa adanya campur tangan dari orang lain. Konsultasikan dengan orang tua dan orang lain yang anda percayai. Pemilihan jurusan kuliah sangat menentukan masa depan Anda. Selamat berjuang!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wahyu.mabhak.sch.id/2009/08/25/kiat-memilih-jurusan-kuliah-di-perguruan-tinggi-yang-tepat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>KIAT MEMILIH PERGURUAN TINGGI</title>
		<link>http://wahyu.mabhak.sch.id/2009/08/25/kiat-memilih-perguruan-tinggi/</link>
		<comments>http://wahyu.mabhak.sch.id/2009/08/25/kiat-memilih-perguruan-tinggi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Aug 2009 06:14:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wahyu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wahyu.mabhak.sch.id/?p=5</guid>
		<description><![CDATA[Memilih perguruan tinggi yang tepat merupakan sebuah keputusan penting bagi setiap pelajar, karena akan menentukan masa depan dan karir mereka, terlebih jika keputusan itu sudah mengarah pada pemilihan program studi yang benar-benar diminati. Berada dalam situasi seperti ini banyak siswa yang mengalami kebingungan, karena tidak mengerti program studi apa dan perguruan tinggi mana yang mereka [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left">Memilih perguruan tinggi yang tepat merupakan sebuah keputusan penting bagi setiap pelajar, karena akan menentukan masa depan dan karir mereka, terlebih jika keputusan itu sudah mengarah pada pemilihan program studi yang benar-benar diminati. Berada dalam situasi seperti ini banyak siswa yang mengalami kebingungan, karena tidak mengerti program studi apa dan perguruan tinggi mana yang mereka akan pilih sehubungan dengan profesi yang kelak akan digeluti. Oleh karena itu diperlukan kiat-kiat khusus agar orang tua dan siswa itu sendiri tidak salah dalam memilih perguruan tinggi dan bidang studi yang diminati. Untuk itu, marilah kita simak TIPS memilih perguruan tinggi di bawah ini :</p>
<p style="text-align: left">MINAT</p>
<p style="text-align: left">Faktor utama yang harus anda ketahui adalah minat anda sendiri. Apabila Anda sudah tahu minat anda ke program studi apa, akan semakin memudahkan anda memilih perguruan tinggi, dan yang lebih penting anda akan mudah dan terpacu untuk menyelesaikan studi anda. Di bawah ini diberikan gambaran sebuah polling tentang minat pelajar untuk melanjutkan studi setelah SMU.</p>
<p style="text-align: left">BIAYA</p>
<p style="text-align: left">Seringkali universitas yang kita inginkan tidak sesuai dengan keadaan keuangan orang tua kita. Kuliah di Perguruan Tinggi memang banyak komponen biayanya seperti misalnya uang pendaftaran, uang gedung, spp, uang praktikum, dll. Yang lebih tidak bisa diperkirakan adalah biaya mendadak seperti fotokopi, beli buku, ataupun transportasi. Belum lagi kalo kita musti kos karena tempat kuliah yang jauh dari rumah. Jadi, supaya amannya, pada saat anda akan melakukan pendaftaran, tanyakan secara detail biaya apa saja yang harus anda tanggung selama kuliah. Perhitungkan juga biaya lain-lain yang akan anda tanggung saat menjadi mahasiswa. Diskusikan masalah tersebut bersama orang tua agar orang tua tidak kalang kabut atau bingung mencari biaya setelah anda kuliah di tempat tersebut.</p>
<p style="text-align: left">PROSPEK</p>
<p style="text-align: left">Saat ini banyak sekali program studi yang ditawarkan baik oleh PTN maupun PTS, tentu tidak semuanya menjanjikan prospek pekerjaan yang cerah di masa mendatang. Manakah yang akan anda pilih, program studi yang selalu menjadi favorit, tapi pada akhirnya banyak lulusannya yang menganggur ataukah program studi yang tidak termasuk kategori favorit, tapi begitu lulus langsung dapat kerja (biasanya karena lulusannya yang langka sedangkan dunia kerja masih sangat terbuka)?? anda harus dapat memprediksi prospek bidang studi yang anda pilih dalam memasuki lapangan pekerjaan sesudah lulus nanti. Bertanyalah kepada orang tua, guru, teman, konsultan, atau siapapun. Jangan pertaruhkan masa depan anda sendiri.</p>
<p style="text-align: left">STATUS AKREDITASI.</p>
<p style="text-align: left">Apabila tahun-tahun sebelumnya anda kenal dengan status disamakan, diakui ataupun terdaftar, sekarang ini ada yang dinamakan dengan status akreditasi. Status inilah yang saat ini menjadi salah satu faktor utama yang digunakan oleh PTS untuk mengiklankan dirinya. Status ini diberikan untuk program studi yang diselenggaran dan bukan pada keseluruhan jurusan/program studi pada suatu perguruan tinggi. Status akreditasi ini menentukan kemandirian suatu program studi dalam melaksanakan proses belajar mengajar. Akan tetapi status akreditasi bukan satu-satunya kebanggaan untuk melihat perguruan tinggi tersebut bermutu, masih banyak lagi faktor lainnya.</p>
<p style="text-align: left">JALUR DAN JENJANG PENDIDIKAN.</p>
<p style="text-align: left">Saat ini banyak sekali program pendidikan dengan berbagai jangka waktu tempuh pendidikan. Untuk itu kamu bisa memilih berapa lama akan menghabiskan waktu yang tentunya disesuaikan dengan kemampuan anda. Untuk Indonesia, kita memiliki 2 jenjang jalur pendidikan yaitu jalur akademik (strata 1, 2, 3) serta jalur profesional (diploma 1, 2, 3). Jalur akademik menekankan pada penguasaan ilmu pengetahuan, sedangkan jalur profesional menekankan pada keahlian tertentu. Tapi ingat, anda juga harus bisa membedakan antara jalur diploma yang diselenggarakan oleh suatu perguruan tinggi dan jalur diploma yang diselenggarakan oleh lembaga kursus. Biasanya lembaga kursus akan menjaring siswanya dengan mengiming-imingi kata-kata ’setara’ diploma 1, diploma 2 atau diploma 3. Pada kenyataannya sertifikat yang akan kita terima tidak dapat kita gunakan untuk transfer/alih pendidikan di perguruan tinggi lain. Hal ini karena sertifikat yang dikeluarkan oleh lembaga kursus hingga saat ini belum<br />
diakui untuk dapat disetarakan dengan diploma dari perguruan tinggi.</p>
<p style="text-align: left">FASILITAS PENDIDIKAN.</p>
<p style="text-align: left">Hati-hatilah dengan tampilan fisik. Himbauan ini tidak hanya berlaku kalo kita memilih teman, tetapi berlaku juga jika kita akan memilih suatu perguruan tinggi. Gedung megah dan ber-AC saja tidak cukup untuk menjamin berlangsungnya proses belajar mengajar yang baik. Fasilitas utama yang harus anda ketahui dalam suatu perguruan tinggi adalah seberapa baik dan bagusnya fasilitas seperti laboratorium (komputer, akuntansi, bahasa, dan lain-lain), Bimbingan &amp; konseling serta perpustakaan yang dimiliki.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wahyu.mabhak.sch.id/2009/08/25/kiat-memilih-perguruan-tinggi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hari yang cerah</title>
		<link>http://wahyu.mabhak.sch.id/2009/08/12/hari-yang-cerah/</link>
		<comments>http://wahyu.mabhak.sch.id/2009/08/12/hari-yang-cerah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Aug 2009 07:15:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wahyu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wahyu.mabhak.sch.id/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini aku bikin blog loh, jangan lupa ya kunjungi terus blog yang ditulis ama BK paling cantik di mabhak.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari ini aku bikin blog loh, jangan lupa ya kunjungi terus blog yang ditulis ama BK paling cantik di mabhak.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wahyu.mabhak.sch.id/2009/08/12/hari-yang-cerah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://wahyu.mabhak.sch.id/2009/08/12/hello-world/</link>
		<comments>http://wahyu.mabhak.sch.id/2009/08/12/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Aug 2009 07:05:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wahyu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Welcome to SMA Martia Bhakti Bekasi &#124; Sekolah yang Berkualitas Atas Dasar Iman dan Taqwa. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Welcome to <a href="http://mabhak.sch.id/">SMA Martia Bhakti Bekasi | Sekolah yang Berkualitas Atas Dasar Iman dan Taqwa</a>. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wahyu.mabhak.sch.id/2009/08/12/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
